Aher: Penyimpangan Stadion GBLA Memalukan

Oleh: Redaksi

Foto net
Foto net

Jurnal Bandung – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai, dugaan penyimpangan dalam proses pembangunan Sarana Olah Raga (SOR) Gedebage atau Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai peristiwa yang memalukan.

Aher, sapaan akrabnya, mengungkapkan rasa kecewanya atas dugaan tersebut. Hal itu diucapkan Aher usai memberikan keterangan di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, Jumat (15/5) malam.

“Saya sangat kecewa karena dalam pelaksanaan pembangunan ada penyimpangan dan masyarakat pun kecewa. Masyarakat Jawa Barat, masyarakat Kota Bandung, khususnya Bobotoh Persib tentu juga kecewa. Pembangunan SOR Gedebage yang menjadi kebanggaan Jawa Barat, ternyata ada peristiwa memalukan ini,” ungkap Aher dalam keterangan tertulis yang diterima Jurnal Bandung, Sabtu (16/5).

Sebagai pihak yang memberikan bantuan keuangan, lanjut Aher, Pemprov Jabar tentunya sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan pengawasan sebatas yang dimungkinkan, sesuai dengan peraturan dan undang undang.

Sebab, kenyataannya sesuai dengan undang-undang pun, kata Aher, setelah bantuan tersebut masuk ke rekening Pemkot Bandung, maka segala hal yang terkait dengan perencanaan, pengadaan, lelang, pelaksanaan, pengawasan, hingga pelaporan menjadi domain Pemkot Bandung.

“Mulai pengawasan umum kita sudah lakukan, ada BPK, ada BPKP, bahkan ada konsultan perencana, konsultan pengawas sudah melakukan fungsinya sebagai pengawas. Dan SOR Gedebage adalah proyek milik Pemkot Bandung. Sehingga segala tetek bengek yang terkait proyek menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung,” tegas Aher.

Aher kembali menegaskan bahwasanya penyerahan bantuan dan proses pencairannya pun sudah sesuai dengan ketentuan.

“Semua proses bantuan dan proses pencairan sudah sesuai dengan ketentuan, tidak ada penyimpangan. Saya harus berterima kasih kepada para pejabat dan staf Pemprov Jabar,” ucap Aher.

Berdasarkan data, proses penyerahan keuangan dalam pembangunan Stadion GBLA sudah dikucurkan sejak 2007 lalu, semasa kepemimpinan Gubernur Jabar Dany Setiawan dan dilanjutkan 2009.

“Kita tentu mendukung pembangunan stadion yang menjadi ikon dan idaman masyarakat, khususnya Bobotoh Persib yang sejak lama ingin memiliki stadion sendiri,” ujarnya.

Bantuan pun terus dikucurkan secara bertahap pada 2011, 2012, dan 2013. Sementara pada 2008 dan 2010, tidak ada bantuan yang dikucurkan Pemprov Jabar.

“Kita sesalkan ada indikasi korupsi pada pelaksanaan/pendayagunaannya di Kota Bandung. Tentu kita harus dukung pengusutan indikasi ini hingga selesai,” pungkasnya.

Share This

Leave a Reply