Aher: Korban Banjir Bandang Garut Akan Dibuatkan Rumah Susun

Oleh: Redaksi

Foto Istimewa
Foto Istimewa

Jurnal Bandung – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meninjau langsung lokasi terparah bencana banjir bandang di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (21/9).

Pada kesempatan ini, atas nama Pemprov Jabar dan seluruh masyarakat Jabar, Gubernur menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para korban.

Aher mengatakan, peristiwa bencana seperti ini memang tidak diinginkan. Namun, bencana ini harus dicari penyebabnya, seperti rusaknya lingkungan alam karena ulah manusia.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat ikut berbela sungkawa atas terjadinya musibah meluapnya Sungai Cimanuk yang menimbulkan banyak korban,” tutur Aher.

“Pada saat yang bersamaan, kita juga harus mencari penyebab mendasar mengapa ini terjadi. Saya tentu tidak mau menentukan mengapa ini terjadi, biar nanti kita investigasi. Kalau memang ini faktornya karena perilaku manusia yang merusak lingkungan, mari kita perbaiki bersama-sama ke depan dan hal ini juga harus kita jadikan pelajaran,” jelasnya.

Pihaknya pun mengaku akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat serta pihak terkait lainnya untuk mitigasi bencana, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membuat rumah susun bagi korban yang telah kehilangan tempat tinggal.

“Tadi saya sudah mendapat gambaran, bahwa nanti akan ada rumah rusunawa. Nanti bupati akan membicarakannya dengan Kementerian PUPR dan dengan pemerintah provinsi juga, kita akan bantu bersama-sama,” ujar Aher.

“Kita akan bantu secepat mungkin supaya masyarakat kita kembali hidup seperti sedia, termasuk menghilangkan traumanya secara perlahan lewat peran para kiyai atau rohaniawan dan psikolog agar mereka kembali percaya diri,” tandasnya.

Untuk diketahui, hingga Rabu (21/9) pukul 17.00 WIB, korban bencana banjir bandang di Kabupaten Garut ini tercatat sebanyak 833 orang, 20 orang di antaranya meninggal dunia yang terdiri dari 8 laki-laki, 12 perempuan, serta 15 oran lainnya masih dinyatakan hilang.

Sementara korban luka berat sebanyak 47 orang dan luka ringan 12 orang. Selain itu, sebanyak 735 orang mengungsi di lokasi aman yang masih dekat dengan daerah terdampak serta posko utama bencana yang dipusatkan di Kodim 0611/Garut.

Akibat bencana ini pula, 633 unit rumah terendam, 57 unit hanyut, dan 7 rumah roboh. Sarana infrastruktur yang rusak, di antaranya jembatan dan fasilitas umum seperti RS Dr Slamet, Polsek Tarogong Kidul, dan Kantor Kecamatan Tarogong Kidul yang tergenang.

Share This

Leave a Reply