Aher: Kereta Cepat Bandung-Jakarta akan Terintegrasi dengan MRT

Oleh: Bayu Wicaksana

Foto Yuga khalifatusalam
Foto Yuga khalifatusalam

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dipastikan terintegrasi dengan MRT (Mass Rapid Transit) Bandung Raya.

Pria yang akrab disapa Aher ini mengatakan, keputusan tersebut tercetus setelah pihaknya melakukan rapat tertutup dengan Presiden Joko Widodo, belum lama ini.

Aher menjelaskan, nantinya, kereta cepat tersebut juga akan terhubung dengan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Sumedang.

“Nanti akan dibuat peraturan presiden (Perpres),” katanya kepada Jurnal Bandung.com di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (18/1).

Lebih lanjut dia mengatakan, program MRT Bandung Raya tidak akan terlepas dari program pemerintah pusat, yakni pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikerjasamakan dengan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (PT KCIC).

“Ke depan ,yang akan meminta trase kepada pemerintah provinsi. Kemudian transenya juga bukan hanya Kota Bandung, akan tetapi Bandung Raya,” ujarnya.

Dikatakan Aher, karena mencakup Bandung Raya, rekomendasi trase MRT merupakan kewenangan Pemprov Jabar, sedangkan kereta cepat berada di Kementerian Perhubungan karena jalurnya berada di antara dua provinsi, yaitu DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Rekomendasi dari kita untuk trase antarprovinsi, tapi yang memiliki transenya Kementerian Perhubungan. Jika yang ada di kita itu trase antara kota/kabupaten,” jelas Aher.

Aher melanjutkan, pihaknya juga sudah mengerjakan rekomendasi trase yang telah selesai Desember 2015 lalu, Dia juga menyatakan, persyaratan rekomendasi sudah diselesaikan, hanya tinggal satu yang belum selesai, yaitu rekomendasi pinjam pakai tanah Perhutani di Kabupaten Karawang.

“Berkasnya sudah masuk Rabu kemarin, hari ini kemungkinan selesai, kita mendorong untuk cepat, yang biasanya dua minggu kita selesaikan dalam waktu tiga hari,” tuturnya.

Aher meminta jajaran Pemprov Jabar dan pemerintah kabupaten/kota yang masuk Bandung Raya harus bergerak cepat, meskipun tidak ada target waktu. Sebab, pembangunan MRT harus menunggu kereta cepat selesai selesai terlebih dahulu.

Share This

Leave a Reply