Agar Efektif, KPU Diminta Sosialisasi Lewat Medsos untuk Tekan Angka Golput

Oleh : Redaksi
Jurnalbandung.com – KPU dan Bawaslu Jabar diharapkan bisa menekan angka golput dengan cara kampanye melalui media sosial. Pasalnya saat ini penggunaan media sosial cukup populer di masyarakat.

“KPU Jabar juga harus menarik perhatian para pemilih muda yang sekarang sebagian besar memiliki akses ke media sosial. Istilahnya KPU harus menarik suara generasi zaman now,” kata Peneliti Pemilu dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sri Nuryanti,

Selama tidak menggangu indepedensi KPU dan Bawaslu, Sri mengatakan, sosialisasi melalui media sosial akan lebih efektif.

“Kebutuhan tersebut untuk membuat generasi zaman now lebih politis, dalam artian yang positif. Memang untuk menyosialisasikan Pilgub Jabar 2018 ini butuh terobosan, kita tidak bisa terus konservatif dan konvensional,” katanya.

Penggunaan media teknologi informasi seperti internet ini, katanya, akan sangat membantu KPU dalam menyelenggarakan dan menyosialisasikan Pilgub Jabar 2018, mengingat Jawa Barat memiliki wilayah yang sangat luas dan calon pemilih dengan jumlah terbesar di Indonesia.

Pada penyelenggaraan Pilgub Jabar 2003 tingkat partisipasi masyarakat sebesar 86,19 persen. Kemudian pada Pilgub Jabar 2008 angka partisipasi masyarakat turun menjadi 67,31 persen. Angka partisipasi pemilih kembali turun pada penyelenggaraan Pilgub Jabar 2013 sebesar 63,85 persen.

“Untuk meningkatkan jumlah pemilih, dari sisi sosialisasi KPU harus memikirkan model-model yang akan gunakan, untuk lebih menjual dan nendang,” katanya.

Share This

Leave a Reply