Aceng Fikri Nahkodai Hanura Jabar, DPP Siapkan Posisi Baru bagi Fitrun Fitriansyah

Oleh: Redaksi

Jurnalbandung.com – Aceng Holik Munawar Fikri resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Barat. Aceng terpilih secara aklamasi lewat dukungan tertulis dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura di 26 kabupaten/kota di Jabar.

Pemilihan Aceng Fikri sebagai Ketua DPD Hanura Jabar dilakukan melalui mekanisme Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Hanura Jabar di Hotel Prama Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (22/7/2017).

“Hasilnya alhamdulillah, saya juga tidak menyangka kalau DPC itu sangat rasional dan tulus. Prosesnya juga lebih cepat,” ungkap Aceng di sela-sela musdalub.

Meski begitu, Aceng menyatakan, suksesnya penyelenggaraan Musdalub DPD Hanura Jabar bukanlah kemenangan bagi dirinya secara pribadi, melainkan kemenangan bagi DPD, DPC, dan kader Hanura di seluruh Jabar.

“Kedua, jabatan itu amanah. Karena jabatan itu amanah dan saya dibebani amanah, amanah itu akan saya jalankan sebaik mungkin, sesuai AD/ART partai,” tegas Aceng.

Aceng menegaskan, Musdalub DPD Hanura Jabar juga menjadi ajang rekonsiliasi total seluruh kader Hanura di Jabar. Pasalnya, sebelumnya beredar isu tak sedap terkait dualisme kepemimpinan DPD Hanura Jabar.

“Saya tegaskan, dengan musdalub ini, tidak ada lagi isu itu. Hanura Jabar satu, kompak, dan siap menyongsong pilkada, pilgub, pileg, hingga pilpres,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura Benny Rhamdani mengaku, bersyukur atas suksesnya pelaksanaan Musdalub DPD Hanura Jabar. Menurutnya, proses demokrasi yang terjadi di tubuh Partai Hanura Jabar itu berlangsung sukses tanpa ekses.

Benny mengakui, jauh hari sebelum musdalub digelar dan Aceng Fikri ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD Hanura Jabar, muncul isu kurang sedap, yakni soal dualisme kepemimpinan di tubuh Hanura Jabar.

“Ada upaya-upaya untuk menyudutkan Hanura lewat dramatisasi dan politisasi yang menyeramkan. Kami sadar, ada pihak-pihak luar yang menginginkan Hanura pecah, keos,” ungkap Benny.

Benny menekankan, penyelenggaraan musdalub dan penunjukkan Plt merupakan hal yang biasa terjadi sekaligus sebagai bentuk penyegaran di tubuh Hanura Jabar. Dia menegaskan, isu dualisme kepemimpinan Hanura Jabar sirna seiring pelaksanaan musdalub ini.

“Bahkan, fakta politik yang luar biasa terjadi. Saat musdalub dibuka, kami undang Saudara Fitrun tampil di panggung dan beliau hadir, duduk bersama Saudara Aceng,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi sikap legowo Fitrun Fitriansyah yang tunduk dan taat terhadap partai. Bahkan, Benny menilai, Fitrun sebagai sosok kader partai yang sangat memahami AD/ART partai.

“Kami juga tak ada sedikitpun keinginan untuk membuang kader-kader kami. Hikmahnya, insya Allah mungkin akan ada tempat (posisi) lain yang kami siapkan untuk Saudara Fitrun,” tandasnya.

Untuk diketahui, Partai Hanura Jabar sempat dikabarkan terpecah pasca penunjukkan Aceng Fikri sebagai Plt Ketua DPD Hanura Jabar menggantikan Fitrun Fitriansyah. Fitrun diberhentikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura sebagai Ketua DPD Hanura Jabar karena dianggap melakukan tindakan yang bertentangan dengan azaz perjuangan partai serta AD/ART dan kode etik partai.

Leave a Reply